Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu KENDARI SATU – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kendari, Liyu, menegaskan bahwa seluruh proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolahnya berjalan secara transparan, akuntabel, dan sepenuhnya bebas dari pungutan liar (pungli).
Liyu mengimbau kepada seluruh orang tua dan calon siswa agar tidak mudah memercayai iming-iming dari oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Hati-hati, jangan terlalu percaya dengan iming-iming yang dijanjikan seseorang atau oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan bahwa dia kenal kepala sekolah, akrab dengan kepala dinas, atau akrab dengan Gubernur. Semua itu adalah pembohongan,” tegas, Kamis (18/10/2026).
Ia juga menambahkan bahwa sistem yang digunakan telah diatur secara digital demi menutup celah kecurangan.
Hal ini membuat pihak sekolah maupun dinas terkait tidak memiliki kewenangan untuk memanipulasi hasil seleksi di luar prosedur yang berlaku.
Pada tahun ini, SMAN 4 Kendari siap menampung sebanyak 540 siswa yang akan terbagi ke dalam 15 kelas. Proses pendaftaran sendiri dilaksanakan secara online mulai tanggal 22 Juni hingga 1 Juli 2026.
Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, terdapat beberapa jalur seleksi yang dapat dimanfaatkan oleh calon peserta didik: Jalur Prestasi : Kuota sebesar 30%, Jalur Afirmasi : Kuota sebesar 30%, Jalur Domisili (Zonasi) : Kuota sebesar 30%, Jalur Pindah Tugas Orang Tua : Kuota sebesar 5%, Jalur Kepengurusan OSIS, Pramuka, dan MPK: Kuota sebesar 5%.
Liyu mengingatkan agar para orang tua benar-benar mencermati dan membedah aturan juknis yang ada agar tidak salah dalam memilih jalur pendaftaran, mengingat tingginya persaingan untuk masuk ke SMAN 4 Kendari.
Selain menegaskan komitmen bebas pungli, Liyu membeberkan bahwa tahun ini SMAN 4 Kendari tengah dipersiapkan menjadi Sekolah Unggulan Provinsi.
Sebagai bagian dari program tersebut, sekolah berencana membuka dua kelas internasional yang didukung langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara.
Kelas internasional ini nantinya akan menerapkan perpaduan kurikulum nasional dan internasional (proporsi 70:30), dengan fokus pengajaran berbasis digitalisasi menggunakan smart board.
Untuk mata pelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), proses belajar mengajar akan disampaikan penuh dalam bahasa Inggris (bilingual).
“Semua fasilitas dan pelayanan unggulan tersebut dipastikan gratis tanpa dipungut biaya apa pun karena akan ditanggung oleh pemerintah provinsi,” pungkas Liyu.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar