Trinop Tijasari Sahido Lily Tenun Gallery Menggaungkan “Slow Fashion” Melalui Wastra

Redaksi
3 Apr 2026 21:38
2 menit membaca

KENDARISATU.ID— Semangat pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan digaungkan kuat oleh desainer lokal, Trinop Tijasari Sahido, melalui karya-karya wastra di Lily Tenun Gallery.

Lewat sentuhan kreatifnya, kain tenun khas Sulawesi Tenggara diolah menjadi busana modern yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna.

Mengusung konsep “slow fashion”, Trinop menghadirkan karya yang menekankan keberlanjutan serta nilai emosional dalam setiap busana.

Baginya, fashion bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga bumi dan merawat budaya.

Di setiap desainnya, ia memadukan beragam motif tenun khas daerah seperti Tolaki, Mekongga, Masalili, hingga Moronene.

Perpaduan tersebut menghasilkan karya elegan yang sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan cerita tentang kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara.

Salah satu koleksi unggulannya, “Philosophy of 5”, menggambarkan nilai-nilai kehidupan masyarakat, termasuk filosofi “Mepokoaso” yang berarti persatuan.

Nilai ini dihadirkan dalam balutan busana modern dengan warna-warna cerah yang mencuri perhatian.

Tak hanya fokus pada estetika, Trinop Tijasari Sahido juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan dengan memanfaatkan kain perca menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas, aksesoris, hingga dekorasi interior. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah tekstil sekaligus memperluas nilai guna wastra.

Karya-karya dari Lily Tenun Gallery pun telah menembus panggung peragaan busana, baik di tingkat nasional maupun internasional, membuktikan bahwa wastra lokal mampu bersaing di kancah global.

Melalui dedikasinya, Trinop tidak hanya menghadirkan karya fashion, tetapi juga menghidupkan kembali identitas budaya daerah sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbusana.

Dengan semangat slow fashion, Lily Tenun Gallery menjadi bukti bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, menciptakan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga bermakna bagi masa depan.

Editor : Agus Setiawan

Facebook Comments Box

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *